Welcome to “jikomakolano“
MARI MOI NGONE FUTURU
Sekilas pandang “MALUKU UTARA“
halmahera utara adalah sebuah propinsi di Indonesia dan merupakan bagian utara dari kepulauan maluku, dimana sekarang telah terpisah dari propinsi maluku menjadi maluku utara. propinsi maluku utara yang meliputi beberapa daerah di sekitarnya, kini akan menjadikan Soffi sebagai propinsi di halmahera, tetapi arus ibukota dan populasi terbanyak terdapat di kepulauan ternate sehingga ibukota maluku utara adalah ternate.
pada abad 16 dan 17, kepulauan di maluku utara terkenal sebagai kepulauan “rempah rempah”. pada waktu itu maluku utara merupakan daerah yang kaya kan ikan dan rempah rempah. belanda protugis dan spanyol beserta kerajaan sekitar termasuk ternate dan tidore mengalami konflik satu sama lain hanya untuk mengambil keuntungan dari perdagangan rempah-rempah. pohon pala pun di bawa dan ditanam di berbagai daerah di dunia sehingga permintaan untuk rempah rempah (pala) sempat berhenti, hal ini merupakan keputusan terbaik untuk mengurangi terjadinya konflik sebagai kepentingan internasional di maluku utara.
sesuai dengan penelitian para ahli tentang “maluku utara”. sekitar 15% dari beberapa area telah di surfei, di beberapa tempat di sekitar laut yang dalamnya mencapai ribuan meter. telah disimpulkan bahwa maluku utara merupakan daerah transisi antara Asia dan Australia baik dalam hal hal fauna dan flora. dan juga ada sedikit kemiripan dengan malayu sehingga di simpulkan bahwa maluku utara memiliki dasar kebudayaan malayu dari barat indonesia dan juga melanesia.
North Moluccas is a province of Indonesia. It covers the northern part of Moluccas Islands, which are split between it and Moluccas Province. North Moluccas Province used to cover the entire group. The planned provincial is Sofifi, on Halmahera, but the current capital and largest population is Ternate Island. So, the capital of North Moluccas is Ternate.
In the sixteenth and seventeenth century, the islands of North Moluccas were the original “Spice Islands”. At the time, the region was the sole source of cloves. The Dutch, Portuguese, Spanish, and local kingdoms including Ternate and Tidore fought each other for control of the lucrative trade in these spices. Nutmeg trees have since been transported and replanted all around the world and the demand for nutmeg from the original spice islands has ceased, greatly reducing North Moluccas international importance.
In North Moluccas the land makes up just 15 percent of the area’s total surface. In many places the surrounding seas could be thousands of meters deep. North Moluccas is in a transition zone between the Asian and Australian fauna and flora, and also between the Malay-based cultures of western Indonesia and those of Melanesia.
berbagai macam tumbuh-tumbuhan langka dan jenis hewan langka juga dapat di temukan di hutan dan daerah pedalaman gunung dari beberapa pulau. disana juga terdapat pemandangan indah seperti burung perkakak, kakatua berkepala merah, dan juga berbagai-bagai macam burung luri dan burung beo yang langka.
maluku utara saat ini merupakan salah satu dari daerah volcanic yang mudah menguap di dunia. daerahnya terkenal dengan 70 ledakan pada 400 tahun terakhir. getaran dan letusan gunung berapi tidak berarti jarang terjadi saat saat sekarang. banyak pulau yang pada kenyataanya dilihat dari jarak jauh seperti kerucut yang bermunculan dari laut
A great variety of endemic plant and animal species are found in the rugged forest-covered and mountainous hinterlands of most of the islands. A few of the best known are the Rucker-tailed Kingfisher, the Red-crested Moluccan Cockatoo and various brilliantly colored lorikeets and parrots.
North Maluku sits astride one of the world’s most volatile volcanic belts. The region has known more than 70 eruptions in the last 400 years. Tremors and volcanic eruptions are by no means rare events at present. Many islands, in fact, look from a distance like volcanic cones rising right out of the sea.
Di maluku utara, transportasi udara dan laut adalah hal yang utama, yang akan menghubungkan satu pulau dengan pulau lainnya. jalan yang di tempuh memiliki akses yang mudah untuk berkunjung ke tempat-tempat yang menarik.
maluku utara hanya ada dua musim. pada bulan february sampai maret dan oktober sampai november, angin dan gelombang tidak terlalu kencang sehingga sangat mendukung pelayaran ke pulau ini. dan kalau di tinjau dari segi geografis, pada sebelah timur maluku utara berbatasan dengan laut halmahera, sebelah barat berbatasan dengan laut maluku, sebelah utara berbatasan dengan samudera pasifik, dan sebelah selatan berbatasan dengan laut seram.
luas daerah maluku utara berkisar 164.370,12 Km2 dengan populasi 870,777 berdasarkan survey dari sosio ekonomi nasional pada tahun 2004, di indonesia. dan di maluku utara juga terdapat berbagai suku yaitu ; Module, Pagu, Ternate, Makian Barat, Kao, Tidore, Buli, Patani, Maba, Sawai, Weda, Gne, Makian Timur, Kayoa, Bacan, Sula, ange, Siboyo, dan Kadai. Galela, Tobelo, Loloda, Tobaru, Sahu. adapun agama-agama yang berkembang di maluku utara adalah; kristen protestan, catholic, islam, buddha, etc.
Maluku Utara memiliki 5 kabupaten, 2 kota, 45 daerah pemerintahan, 650 desa, dan 80 daerah sub-pemerintahan. diantaranya; Kabupaten Halmahera Barat, Kepulauan Sula, Halmahera Selatan, Halmahera Utara, Halmahera Timur, kota Ternate dan Pulau Tidore.
at north Moluccas, Air and sea transportation are the main means, which link the islands together. Good roads on the islands provide easy access to the often-remote places of interest. There are two seasons that are suitable for sailing to these islands: February-March and October-November, when the wind and the waves are low.
The boundaries of North Maluku is: East Side: Halmahera Sea, West Side: Maluku Sea, North Side: Pacific Ocean, South Side: Seram Sea. The wide area of North Maluku Region is 164.370,12 Km2. The population of North Maluku is 870,000 (according to the National Socio-Economic Survey, 2004, making it the least populous province in Indonesia. The Tribes are: Module, Pagu, Ternate, Makian Barat, Kao, Tidore, Buli, Patani, Maba, Sawai, Weda, Gne, Makian Timur, Kayoa, Bacan, Sula, ange, Siboyo, dan Kadai. Galela, Tobelo, Loloda, Tobaru, Sahu.. The religions that had developed in north Moluccas are Protestant, Catholic, Islam,Buddha, etc.
Maluku Province has 5 Regencies, 2 city, 45 districts, 650 villages and 80 sub-districts. They are: West Halmahera Regency, Sula Islands, South Halmahera Regency, North Halmahera Regency, East Halmahera Regency, Ternate City and Tidore islands.
Tinggalkan sebuah Komentar
Belum ada komentar.
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal


